Cara Efektif Menanggulangi Hama Wereng Pada padi

Indonesia pertama kali mencapai swasembada beras pada tahun 1984 dan pencapaian tersebut terancam dengan merebaknya serangan hama wereng pada padi ditahun 1985-1986.  Hingga sekarang serangan hama wereng masih terus berlangsung dengan cara yang berbeda. Hama wereng sekarang ini telah mengalami mutasi Gen, hal ini disebabkan aplikasi pestisida yang terlalu sering dan over dosis, parahnya lagi yaitu jenis dan merk pestisida yang digunakan pun selalu sama.

Duhalu hama wereng termasuk kategori hama sekunder. Berubahnya hama wereng menjadi hama premier dikarenakan adanya penggunaan pestisida yang tidak tepat pada pertumbuhan tanaman padi, sehingga dapat membunuh musuh alami hama wereng (Syam & Wurjandari 2003).

Hal yang menjadikan perkembangan populasi hama wereng adalah tersedianya tanaman padi sepanjang tahun, jarak tanam yang rapat pada tanaman padi, sehingga terciptalah iklim mikro yang sangat sesuai dengan perkembangan populasi hama wereng.

Serangan hama wereng lebih besar terjadi di daerah yang ditanam tanaman padi secara terus menerus. Pada lokasi yang pola tanamnya serempak dan waktu panen yang bersamaan dapat mencegah terjadinya kerusakan oleh hama wereng (Dyck et al. 1979).

Baca Juga : cara budidaya ikan mas

Serangan hama wereng pada padi akan menyebabkan tanaman padi mengering, pada satu lokasi secara melingkar atau disebut juga hopper burn. Sedangkan hama wereng hijau & hama wereng loreng merupakan vector virus tungro. Virus tungro inilah yang menyebabkan penyakit kerdil rumput dan penyebab penyakit kerdil hampa pada tanaman padi.

Tanaman padi yang menggunakan pupuk nitrogen yang berlebihan akan menciptakan habitat yang disukai oleh lebih dari 200 spesies serangga pemakan tumbuhan, beberapa serangga diantaranya merupakan hama wereng. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab status hama wereng berubah dari hama sekunder padi menjadi hama utama tanaman padi pada tahun 1970an (Dyck et al. 1979).