Kenali Jenis-Jenis Cacingan Pada Anak, Beda Cacing Beda Cirinya

Semua orang tua tentu khawatir akan cacingan pada anaknya. Sejak dahulu, penyakit cacingan merupakan yang paling sering menjangkiti anak. Cacingan pada anak ada yang gejalanya terlihat, ada yang tidak tersadari. Gejala yang tidak disadari ini jika dibiarkan lama kelamaan akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak, karena cacing-cacing dalam tubuh dapat menyerap sari-sari makanan yang seharusnya bisa digunakan untuk metabolisme tubuh anak.

Apakah anak-anak saja yang bisa menderita cacingan? Sebenarnya semua orang bisa, hanya saja anak-anak lebih rentan karena mereka belum begitu sadar untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungannya. Telur cacing bisa hinggap di tangan dan kuku mereka, sehingga saat mereka makan, telur cacing ikut masuk ke saluran pencernaan, terlebih lagi makanan yang sudah terkontaminasi dan tidak higienis, tidak dimasak dengan benar. Cacing juga bisa masuk ke tubuh melalui kulit, otot, usus, bahkan paru-paru.

Jenis cacing sangat banyak, namun ada tiga yang paling sering menyerang anak-anak, yaitu cacing kremi, cacing gelang, cacing tambang, dan cacing pita. Gejala yang dialami anak yang terjangkit cacing tambang umumnya sama dengan cacing pita.

Jenis Cacing Yang Menyebabkan Penyakit Cacingan Pada Anak

jenis cacing yang menyebabkan cacingan pada anak

Cacingan Pada Anak Yang Di Sebabkan Oleh Cacing Kremi

Di antara yang lain, cacing kremi paling sering menyerang anak karena mereka senang main kotor-kotoran seperti di tanah, rumput yang tidak dirawat, becek, dan sebagainya. Jika anda tidak membiasakan si kecil langsung mencuci tangan dengan Lifebuoy setelah main, saat mereka merasa lapar mereka akan langsung mengambil makanan atau minuman, sehingga telur cacing ikut masuk ke dalam saluran pencernaan mereka. Telur tersebut menetas di usus kecil lalu masuk ke usus besar anak, di sinilah cacing akan menempel dan mengambil makanan tadi. Jika jenis cacing kremi adalah betina, maka cacing akan menuju ke anus untuk bertelur. Oleh karena itu anak-anak yang terjangkit cacing kremi sering merasa gatal terus menerus di sekitar anus hingga merasa nyeri dan iritasi di sekitarnya sampai membuat si anak susah tidur. Jika ada cacing kremi pada tinja anak, dipastikan anak anda sudah terjangkit.

Cacingan Pada Anak Yang Di Sebabkan Oleh Cacing Gelang

Selain itu, cacing gelang juga seringkali menyebarkan telurnya melalui makanan dan minuman. Saat sampai di saluran pencernaan anak, telur menetas dan hidup secara parasit dalam usus halus. Cacing gelang ini tidak menimbulkan gejala yang mencolok namun justru lebih berbahaya karena bisa masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan si kecil batuk-batuk. Anak yang terjangkit cacing gelang sering kali merasakan nyeri prtu, mual bahkan sampai muntah, lesu, berat badannya semakin menurun, dan mendapatkan cacing pada tinjanya.

Cacingan Pada Anak Yang Di Sebabkan Oleh Cacing Tambang dan Cacing Pita

Kedua jenis cacing ini akan melekatkan diri pada usus anak dengan mulut mereka, lalu menghisap darah. Meskipun anak sudah mencuci tangan ataupun makanannya bersih, cacing tambang dapat masuk melalui kulit kaki dan bisa menginfeksi organ dalam tubuh seperti jantung dan paru-paru melalui aliran darah. Karena menghisap darah, cacing ini menyebabkan anemia pada anak anda hingga sang anak terkadang menderita anemia dan terlihat sangat pucat. Bisa juga ditemukan darah dalam tinja anak. Daya tahan tubuh anak bisa turun sehingga ia selalu lesu dan tidak nafsu makan, jika makanpun nutrisinya akan diserap oleh cacing yang pada akhirnya pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak menjadi terhambat.

referensi artikel: http://www.lifebuoy.co.id/article/detail/1325984/yuk-kenalan-lebih-dekat-dengan-penyakit-cacingan-pada-anak

Bahaya yang ditimbulkan oleh cacing tidaklah main-main, oleh karena itu anda perlu melakukan proteksi untuk mencegah cacingan pada anak. Memastikan anak mencuci tangan dengan benar dan mandi dengan bersih menggunakan sabun Lifebuoy adalah salah satu cara paling mudah yang dapat anda lakukan dibandingkan mengobati. Nantikan tips lain untuk mencegah dan mengobati cacingan pada anak pada pembahasan berikutnya.